Spanning Tree Protocol

Spanning tree protocol adalah protokol yang berfungsi untuk mencegah terjadinya looping pada proses pengiriman data. STP biasanya digunakan jika switch memiliki dua jalur atau lebih untuk menuju ke satu tujuan yang sama. STP akan melakukan blocking terhadap satu atau beberapa port sehingga nantinya hanya akan ada satu jalur yang digunakan untuk mengirim data, sementara yang lainnya akan menjadi jalur cadangan. Ketika jalur yang digunakan untuk mengirim data tersebut mengalami down, maka STP akan membuka port yang diblok tadi. Pengiriman data akan dialihkan ke jalur cadangan sampai jalur utama kembali normal.

  1. Root Bridge dan Non-Root Bridge

ada perangkat yang menjalankan spaning tree protocol, akan terdapat dua peran yang berbeda, yakni Root Bridge dan Non-Root Bridge. Root Bridge merupakan switch yang semua portnya aktif/menyala. Sedangkan Non-Root Bridge adalah switch-switch selain Root Bridge.

Apabila hanya ada dua buah switch, maka Non-Root Bridge adalah switch yang salah satu atau beberapa portnya mati (mengalami blocking) yang bertujuan untuk mencegah terjadinya looping. Dalam sebuah jaringan spanning tree, hanya akan ada satu switch yang menjadi Root Bridge dan lainnya akan menjadi Non-Root Bridge.

2. Priority

Pemilihan Root Bridge didasarkan pada priority yang dimiliki oleh masing-masing switch. Switch yang memiliki nilai priority paling rendah akan menjadi Root Bridge. Apabila nilai priority dari beberapa switch adalah sama, maka pemilihan Root Bridge akan dilihat dari nilai MAC Address terendah. Switch yang memiliki nilai MAC Address paling kecil akan menjadi Root Bridge.

Leave a Reply

*