Trunk

Trunk adalah penghubung baik antara switch dengan switch atau switch dengan router. Trunk ini dapat dikatakan satu kabel/link yang dapat membawa banyak VLAN, dengan trunk kita dapat menghemat penggunaan kabel/link. Terdapat dua jenis tipe trunk, yaitu ISL dan IEEE.

ISL: bekerja pada ethernet, token ring dan FDDI, menambahi tag sebesar 30byte pada frame dan semua traffic VLAN ditag.

IEEE: hanya bekerja pada ethernet, menambahi tag sebesar 4byte pada frame.

Di lab ini kita akan membahas 2 lab, yaitu ordinary trunking dan trunking allowed. Kita akan membahas yg ordinary trungking terlebih dahulu. Cara konfigurasi switch-nya sama dengan lab yang sebelumnya, tapi ada sedikit tambahan. Buatlah topologi seperti dibawah ini.

Ordinary Trunking

Lakukan konfigurasi seperti dibawah pada kedua switch-nya (sesuaikan)

*Aktifkan vlan 10

> Ketik “vlan 10”

> Lalu enter

*Kita masuk ke settingan di interface-nya

> Ketik “interface fa 0/1” (sesuaikan)

> Lalu enter

*Memberikan access di port switch

> Ketik “switchport mode access”

> Lalu enter

*Memberikan access port switch untuk vlan 10

> Ketik “switchport access vlan 10” (sesuaikan)

> Lalu enter

(Lakukan konfigurasi yang sama untuk semua vlan-nya dan disesuaikan)

Sekarang kita setting trunk-nya di kedua switch (pada Fa 0/5)

> Ketik “interface fa 0/5”

> Ketik “switchport mode trunk”

Jika sudah kita bisa cek konfigurasi trunk yang telah kita buat.

> show interfaces trunk


Jika sudah, cobalah ping ke sesama vlan tapi yang berbeda switch

Trunking Allowed

Perbedaan trunking allowed dengan ordinary trunk adalah jika ordinary trunk, dia mengizinkan semua vlan untuk melewati trunk-nya. Sedangkan jika trunking allowed diberikan batasan vlan atau yang tertentu saja. Kita akan menggunakan topologi yang sama dengan trunking allowed.

Kita konfigurasi switch-nya seperti yang ada di ordinary trunk, tapi kita hanya mengganti settingan trunk biasa dengan trunking allowed.

> Ketik “interface fa 0/5”

> Lalu ketik “switchport trunk allowed vlan 10,30”

Dan untuk pengetesan-nya adalah dengan ganti salah satu pc yang di vlan 10 menjadi berada di vlan 40, dan juga salah satu pc yang berada di vlan 30. Lalu cobalah untuk ping antara pc yang berada di vlan 40, maka hasilnya akan failed karena kita hanya mengizinkan vlan 10 dan 30.

Leave a Reply

*